Water Management pada Perkebunan Kelapa Sawit: Strategi Pengelolaan pada Lahan Defisit Air, Gambut, Dan Pasang Surut

Authors

  • Roma Wibero Universitas Mercu Buana, Jakarta
  • Ifan Sadewa Universitas Batanghari, Jambi, Indonesia
  • Harri Romadhona STIKOM Dinamika Bangsa Jambi, Jambi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jgit.v3i3.830

Keywords:

Kelapa Sawit, Water Management, Neraca Air, Muka Air Tanah, Lahan Gambut

Abstract

Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) merupakan salah satu komoditas perkebunan penting yang produktivitasnya sangat dipengaruhi oleh ketersediaan air dan kondisi hidrologi lahan. Ketidakseimbangan ketersediaan air, baik berupa defisit maupun kelebihan air, dapat memengaruhi pertumbuhan vegetatif, perkembangan bunga, pembentukan tandan buah segar (TBS), dan produktivitas tanaman. Oleh karena itu, pengelolaan air (water management) merupakan salah satu komponen penting dalam pengelolaan perkebunan kelapa sawit yang produktif dan berkelanjutan. Artikel ini bertujuan mengkaji strategi pengelolaan air pada perkebunan kelapa sawit berdasarkan karakteristik hidrologi lahan, khususnya pada lahan yang mengalami defisit air, lahan gambut, dan lahan pasang surut. Metode yang digunakan adalah tinjauan pustaka terhadap artikel ilmiah dan dokumen kebijakan yang membahas kebutuhan air kelapa sawit, neraca air, water stress, pengelolaan muka air tanah, sistem drainase, blocking, dan pompanisasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan air harus disesuaikan dengan karakteristik hidrologi setiap lokasi. Pada lahan defisit air, pengelolaan diarahkan pada konservasi, penyimpanan, dan efisiensi penggunaan air melalui water harvesting, embung, dan pengaturan distribusi air. Pada lahan gambut, pengelolaan diarahkan pada pengendalian muka air untuk menjaga kebutuhan tanaman sekaligus mengurangi risiko pengeringan gambut, kebakaran, subsiden, dan degradasi lingkungan. Sementara itu, pada lahan pasang surut diperlukan kombinasi jaringan drainase, bangunan pengendali air, dan pompanisasi untuk mengendalikan kelebihan maupun kekurangan air. Dengan demikian, water management pada perkebunan kelapa sawit perlu menerapkan pendekatan spesifik lokasi (site-specific) yang didasarkan pada neraca air, kondisi topografi, curah hujan, evapotranspirasi, karakteristik tanah, dan pemantauan muka air secara berkala.

References

Afandi, A. M., Zulkifli, H., Nur Zuhaili, H. A. Z. A., Norliyana, Z. Z., Hisham, H., Saharul, A. M., Dzulhelmi, M. N., & Vu Thanh, T. A. (2023). Oil palm water requirement and the need for irrigation in dry Malaysian areas. Journal of Oil Palm Research, 35(3), 391–405. https://doi.org/10.21894/jopr.2022.0052

Ardiyanto, A., Murtilaksono, K., Wahjunie, E. D., & Sutandi, A. (2021). A water balance’s effect on oil palm productivity under varying soil types: Case study in Central and West Kalimantan. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit, 29(1), 11–20. https://doi.org/10.22302/iopri.jur.jpks.v29i1.125

Aswandi, A. (2023). Uncertainty in the management of tropical peatlands for oil palm plantations due to drainage practices. Jurnal Ilmu Fisika, 15(2), 137–145. https://doi.org/10.25077/jif.15.2.137-145.2023

Ginting, A. W. (2021). Pengelolaan air sistem pompanisasi di perkebunan kelapa sawit lahan pasang surut di Desa Cintapuri Kecamatan Simpang Empat Kabupaten Banjar [Diploma thesis, Universitas Islam Kalimantan MAB]. Repository Universitas Islam Kalimantan.

Hein, L., Sumarga, E., Quiñones, M., & Suwarno, A. (2022). Effects of soil subsidence on plantation agriculture in Indonesian peatlands. Regional Environmental Change, 22, 121. https://doi.org/10.1007/s10113-022-01979-z

Ismail, I., Wahyudin, C. I., & Haryono, T. (2025). Optimizing oil palm (Elais guinensis L.) carbon management in tidal lands to support sustainable plantations. Jurnal Agronomi Tanaman Tropika, 7(3), 926–933. https://doi.org/10.36378/juatika.v7i3.4871

Lydiasari, H., & Winarna, W. (2019). Simulation and analysis of water management system in tidal swamp land: The initial study of oil palm plantation in South Kalimantan. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit, 27(3), 187–198. https://doi.org/10.22302/iopri.jur.jpks.v27i3.67

Mermoz, S., et al. (2022). Influence of weather and endogenous cycles on spatiotemporal yield variation in oil palm. Agricultural and Forest Meteorology, 314, 108789. https://doi.org/10.1016/j.agrformet.2021.108789

Pemerintah Republik Indonesia. (2016). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 57 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2014 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut.

Purnamayani, R., Dariah, A., Syahbuddin, H., Tarigan, S. D., & Sudradjat. (2022). Best practices pengelolaan air perkebunan kelapa sawit di lahan gambut. Jurnal Sumberdaya Lahan, 16(1).

Sani, I., Teh, C. B. S., Zaibon, S., & Sim, C. C. (2026). Climate variability and water stress effects on oil palm (Elaeis guineensis Jacq.) productivity in Malaysia. Journal of Oil Palm Research, 38(1), 1–34. https://doi.org/10.21894/jopr.2024.0054

Winarna, W., Farrasati, R., & Susanto, A. (2020). Water table fluctuations impact on oil palm low frond desiccation case study in North Sumatra peatland. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit, 28(2), 85–98. https://doi.org/10.22302/iopri.jur.jpks.v28i2.114

Published

2025-10-24

How to Cite

Wibero, R., Sadewa, I., & Romadhona, H. (2025). Water Management pada Perkebunan Kelapa Sawit: Strategi Pengelolaan pada Lahan Defisit Air, Gambut, Dan Pasang Surut. Jurnal Greenation Ilmu Teknik, 3(3), 102–110. https://doi.org/10.38035/jgit.v3i3.830

Most read articles by the same author(s)