Tingkat Kerawanan Banjir pada Sub DAS Pesing Kecamatan Pleret

Authors

  • Fitri Adifa Universitas Jambi, Jambi, Indonesia
  • Farhan Hilmy UPN “Veteran” Yogyakarta, Yogyakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jgit.v2i3.219

Keywords:

Banjir, DAS, Kerawanan

Abstract

Banjir yaitu kondisi ketika laju aliran di sungai yang relatif lebih tinggi dari biasanya, genangan yang terjadi di dataran rendah, kenaikan, penambahan, dan melimpasnya air yang tidak biasanya terjadi di daratan. Banjir di daerah yang diteliti terjadi akibat dari kondisi Sub DAS Pesing yang tidak memadai. Pada saat curah hujan tinggi, debit aliran juga meningkat sehingga outlet Sub DAS Pesing yang bermuara ke DAS Opak penuh dan mengakibatkan terjadinya luapan di Sub DAS Pesing. Banjir di daerah penelitian pernah terjadi pada tahun 2012, 2015 dan 2019. Berdasarkan banjir yang telah terjadi di daerah yang diteliti, perlu diketahui penyebab terjadinya banjir dan tingkat kerawanan sebagai acuan pengendalian yang dapat digunakan untuk mengurangi tingkat kerawanan banjir di daerah tersebut. Oleh karena itu penelitian ini akan mengkaji mengenai tingkat kerawanan banjir pada Sub DAS Pesing. Hasil penelitian yang didapat ditemukan 3 kelas tingkat kerawanan banjir dari total 5 kelas. Kelas tingkat kerawanan banjir yang ditemukan yaitu kelas tingkat kerawanan yang rendah seluas 584.446 ha atau 35,69% dari luas daerah penelitian, kelas tingkat kerawanan yang sedang seluas 925.243 ha atau 56,501% dari luas daerah penelitian, dan kelas tingkat kerawanan yang tinggi seluas 127.877 ha atau 7,809% dari luas daerah penelitian.

References

Darmawan, K., & Suprayogi, A. (2017). Analisis tingkat kerawanan banjir di kabupaten sampang menggunakan metode overlay dengan scoring berbasis sistem informasi geografis. Jurnal Geodesi Undip, 6(1), 31-40.

Jafrianto, Andi, Ayu Sekartaji, Isfi Natunazah, dan Fajar Anisa. (2017). Analisis Tingkat Kerawanan Banjir di Kelurahan Wonoboyo Menggunakan Sistem Informasi Geografis. Prosiding Seminar Nasional Geografi UMS 2017 Pengelolaan Sumberdaya Wilayah Berkelanjutan. 54-66.

Junaidi, F. F. 2014. Analisis Distribusi Kecepatan Aliran Sungai Musi (Ruas Jembatan Ampera Sampai Dengan Pulau Kemaro). Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan, 2(3), 542–552

Kusumo, P., & Nursari, E. (2016). Zonasi Tingkat Kerawanan Banjir dengan Sistem Informasi Geografis pada DAS Cidurian Kab. Serang, Banten. STRING (Satuan Tulisan Riset Dan Inovasi Teknologi), 1(1).

Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 37 Tahun 2012 Tentang Pengelolaan Daerah Aliran Sungai.

Puturuhu, Ferad. (2015). Mitigasi Bencana dan Penginderaan Jauh. Graha Ilmu.

Rakuasa, H., & Latue, P. C. (2023). Analisis Spasial Daerah Rawan Banjir Di Das Wae Heru, Kota Ambon. Jurnal Tanah Dan Sumberdaya Lahan, 10(1), 75-82.

Sudirman, Sutomo, S. T., Barkey, R., & Ali, M. (2014). Faktor-faktor yang mempengaruhi banjir/genangan di kota pantai dan implikasinya terhadap kawasan tepian air. Seminar Nasional Space, 4(3), 141–157.

Syaiful, S., Aminda, R. S., Aminda, A., & Sandy, A. M. (2025). Zonasi Tingkat Kerawanan Banjir dengan Sistem Informasi Geografis Pada DAS Sekitar Perumahan Bumi Kartika Dramaga, Bogor. SINKRON: Jurnal Pengabdian Masyarakat UIKA Jaya, 3(1), 1-13.

Verrina, G. P., Anugrah, D. D., & Sarino. 2013. Analisa Runoff Pada Sub DAS Lematang Hulu. Jurnal Teknik Sipil Dan Lingkungan, 1(1), 23–31.

Published

2025-03-19

How to Cite

Adifa, F., & Hilmy, F. (2025). Tingkat Kerawanan Banjir pada Sub DAS Pesing Kecamatan Pleret. Jurnal Greenation Ilmu Teknik, 2(3), 146–153. https://doi.org/10.38035/jgit.v2i3.219