Hierarki Ruang Sakral–Profan Sebagai Mekanisme Resiliensi Kultural Kawasan Pusaka Masjid-Makam Sendangduwur, Lamongan
DOI:
https://doi.org/10.38035/jgit.v3i3.824Keywords:
Behavior Settings, Cagar Budaya, Pesisir Jawa, Wisata Religi, ZonasiAbstract
Kawasan pusaka religi di pesisir utara Jawa menghadapi tekanan ganda: degradasi fisik-spasial dan lemahnya implementasi tata kelola formal. Kajian resiliensi pusaka selama ini menempatkan regulasi dan intervensi teknis sebagai penopang utama, sedangkan peran struktur ruang kultural belum banyak diuji secara empiris. Penelitian ini menguji hierarki ruang sakral–profan sebagai mekanisme resiliensi kultural pada kawasan Masjid-Makam Sendangduwur, Paciran, Lamongan, situs akulturasi Hindu-Islam abad ke-16. Pendekatan kualitatif deskriptif-analitis memadukan observasi lapangan dua sesi, pemetaan perilaku tiga tipologi pengguna, pengukuran spasial, wawancara, dan telaah dokumen regulasi. Tiga temuan diperoleh: kawasan tersusun dalam tiga lapis gradasi (profan, threshold, sakral) mengikuti topografi teras berundak; zona profan dan threshold mengalami degradasi nyata seiring lebih dari satu dekade tidak terimplementasinya rencana tata bangunan; sedangkan zona inti sakral tetap utuh secara fisik dan ritual. Hierarki sakral–profan yang dipelihara praktik ziarah bekerja sebagai mekanisme resiliensi mandiri namun selektif. Penguatan zona threshold direkomendasikan sebagai strategi intervensi yang selaras.
References
Anisa, A. (2020). Kajian identifikasi ruang sakral pada kawasan bersejarah: Studi kasus Kawasan Menara Kudus, Jawa Tengah, Indonesia. Prosiding Seminar Nasional Penelitian LPPM UMJ. Universitas Muhammadiyah Jakarta.
Barker, R. G. (1968). Ecological psychology: Concepts and methods for studying the environment of human behavior. Stanford University Press.
Eliade, M. (1959). The sacred and the profane: The nature of religion. Harcourt, Brace & World.
Folke, C., Carpenter, S. R., Walker, B., Scheffer, M., Chapin, T., & Rockström, J. (2010). Resilience thinking: Integrating resilience, adaptability and transformability. Ecology and Society, 15(4), 20.
Gustina, F. E., Putri, N. A., Sarjiki, M., & Febriani, S. (2025). Nilai simbolis dan budaya pada arsitektur Masjid Agung Demak. AT-THARIQ: Jurnal Studi Islam dan Budaya, 5(1), 32–42.
Holling, C. S. (1973). Resilience and stability of ecological systems. Annual Review of Ecology and Systematics, 4, 1–23. https://doi.org/10.1146/annurev.es.04.110173.000245
Holtorf, C. (2018). Embracing change: How cultural resilience is increased through cultural heritage. World Archaeology, 50(4), 639–650. https://doi.org/10.1080/00438243.2018.1510340
ICOMOS Australia. (2013). The Burra Charter: The Australia ICOMOS charter for places of cultural significance. Australia ICOMOS.
Jigyasu, R. (2013). Heritage and resilience: Issues and opportunities for reducing disaster risks. UNISDR Global Platform for Disaster Risk Reduction.
Orr, S. A., Richards, J., & Fatorić, S. (2021). Climate change and cultural heritage: A systematic literature review (2016–2020). The Historic Environment: Policy & Practice, 12(3–4), 434–477. https://doi.org/10.1080/17567505.2021.1957264
Peraturan Bupati Lamongan Nomor 3.1 Tahun 2015 tentang Rencana Tata Bangunan dan Lingkungan Kawasan Makam Sendangduwur Kecamatan Paciran Kabupaten Lamongan.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 30/PRT/M/2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan Aksesibilitas pada Bangunan Gedung dan Lingkungan.
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 18/PRT/M/2010 tentang Pedoman Revitalisasi Kawasan.
Quesada-Ganuza, L., Garmendia, L., Roji, E., & Gandini, A. (2021). Do we know how urban heritage is being endangered by climate change? A systematic and critical review. International Journal of Disaster Risk Reduction, 65, 102551. https://doi.org/10.1016/j.ijdrr.2021.102551
Ramadhana, D., & Dharoko, A. (2018). Ruang sakral dan profan dalam arsitektur Masjid Agung Demak, Jawa Tengah. INERSIA: Informasi dan Ekspose Hasil Riset Teknik Sipil dan Arsitektur, 14(1), 13–25. https://doi.org/10.21831/inersia.v14i1.19491
Ravankhah, M., de Wit, R., Argyriou, A. V., Chliaoutakis, A., Revez, M. J., Birkmann, J., Žuvela-Aloise, M., Sarris, A., Tzigounaki, A., & Giapitsoglou, K. (2019). Integrated assessment of natural hazards, including climate change's influences, for cultural heritage sites: The case of the historic centre of Rethymno in Greece. International Journal of Disaster Risk Science, 10(3), 343–361. https://doi.org/10.1007/s13753-019-00235-z
Shirvani, H. (1985). The urban design process. Van Nostrand Reinhold.
Siswayanti, N. (2015). Dakwah kultural Sunan Sendang Duwur. Buletin Al-Turas, 21(1), 1–14.
Siswayanti, N. (2016). Fungsi Masjid Sendang Duwur sebagai wujud akulturasi budaya. Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, dan Tradisi), 2(2), 134–154. https://doi.org/10.18784/smart.v2i2.382
Siswayanti, N. (2018). Akulturasi budaya arsitektur Masjid Sendang Duwur. Buletin Al-Turas, 24(2), 211–228. https://doi.org/10.15408/bat.v24i2.6642
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 130.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Ayub Fathur Rahmansyah, Retno Hastijanti, Darmansjah Thjahja Prakarsa

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Greenation Ilmu Teknik (JGIT) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali di JGIT.




















