Pengaruh Kombinasi Pupuk Hayati Mikoriza dan Dolomit terhadap Pertumbuhan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jack) TBM 1

Authors

  • Rio Andika Universitas Muara Bungo
  • Subagiono Universitas Muara Bungo

DOI:

https://doi.org/10.38035/jgpp.v4i1.728

Keywords:

oil palm, mycorrhiza, dolomite, growth, TBM 1

Abstract

This study aims to determine the effect of the combination of mycorrhizal and dolomite biofertilizers on the high growth of oil palm plants (Elaeis guineensis Jacq.) in the Unyielding Crops (TBM) phase 1. This research was carried out in Rantau Keloyang village, Pelepat District, Bungo Regency, Jambi Province, namely at an altitude of ± 120 m above sea level with a pH of 4.8 in the Ultisol type, this research was carried out on May 26 - August 10, 2025. This study used a randomized design of a non-factorial group with five treatments, namely M0 (100 g mycorrhiza), M1 (30 g mycorrhizah + 650 g dolomite), M2 (80 g mycorrhizah + 550 g dolomite), M3 (130 g mycorrhizah + 450 g dolomite), and M4 (180 g mycorrhizae + 350 g dolomite), each repeated three times. The observation variables were the increase in the height of the oil palm plant (cm), the increase in the trunk circumference (cm), the increase in the area of the leaves (cm2), and the increase in the number of fronds (fruit). To see the effect of the combination of treatments on the observation variables, the data obtained was statistically analyzed with various fingerprints, if it had a real effect, it was followed by the DNMRT test at the level of 5%. The results of the variety-analysis showed that the application of a combination of mycorrhizal and dolomite had a very significant effect on the growth of TBM 1 oil palm. The M0 treatment provided the best growth with an average height increase of 10.57 cm, followed by an increase in stem circumference, leaf area, and better fronds count compared to the mycorrhiza dolomite combination treatment. The growth pattern shows an upward trend over time with clear growth points on the 30th, 60th, and 70th days. These results indicate that the application of a single mycorrhizal is more effective in supporting the vegetative growth of oil palm TBM 1 compared to the combination with dolomite

References

pemberian pupuk organik dan anorganik. Agritepa: Jurnal Ilmu dan Teknologi. 29(4).

Amalia, R., M.A. Agustira, dan T. Wahyono. 2012. Statistik industri kelapa sawit 2012.

Medan: Pusat Penelitian Kelapa Sawit.

Andoko, A., dan Widodoro. 2013. Berkebun Kelapa Sawit Si Emas Cair.

Agromedia Pustaka. Jakarta.

Asra G, T Simanungkalit dan Rahmawati, N. 2014. Respons pemberian kompos tandan kosong kelapa sawit dan zeolit terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit di Pre nursery. Agroteknologi 3(1): 416-426.

Brady, N. C., & Weil, R. R. (2017). The Nature and Properties of Soils (15th ed.).

Pearson.

Direktorat Jenderal Perkebunan. 2022. Statistik Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (Tree Crop Estate Statistics Palm Oil of Indonesia). 2018-2022. Jakarta.

Dewi AM. 2015. Pertumbuhan kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada beberapa tingkat kemiringan lahan hutan harapan jambi.skripsi. Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor: Bogor.

Hakim, M. 2007. Kelapa Sawit, Teknis Agronomis dan Manajemennya. Lembaga Pupuk Indonesia. Jakarta.

Havlin, J. L., Tisdale, S. L., Nelson, W. L., & Beaton, J. D. (2014). Soil Fertility and Fertilizers. Pearson.

Hazra, F., Nur Istiqomah, F., dan Nurul Fadilla, A. 2023. Potensi Fumyco (Jamur Mikoriza Arbuskular) Dalam Meningkatkan Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di Pembibitan. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit , 31 (3), 153-162.

Herawati, A., Syamsiyah, J., Mujiyo, M., dan Rochmadtulloh, M. 2020. Pengaruh aplikasi mikoriza dan bahan pembenah terhadap sifat kimia dan serapan fosfor di tanah pasir. Soilrens, 18(2), 26–35.

Jumadi, Setiawati, M. R., dan Syafrullah. 2021. Keanekaragaman Fungi Mikoriza Arbuskular pada Rhizosphere Tanaman Kopi di Dataran Tinggi Gayo. Jurnal Agroekoteknologi FP USU, 9(3), 570-577

Jurnal Penelitian Kelapa Sawit (IOPRI). (2024). The Potential of Fumyco (Arbuscular Mycorrhiza Fungi) in Increasing Growth of Oil Palm in Nursery. Jurnal Penelitian Kelapa Sawit, 32(1), 45–54.

Kartika, E., Duaja, M., dan Gusniwat, G. 2022. Produksi Tandan Bunga Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jack) di Ultisol dengan Aplikasi Pupuk Hayati dan Pupuk Organik ” Agric 34 (2): 155–70.

Lubis, M. R., Ginting, B. S., dan Nasution, Z. 2021. Pengaruh Pemberian Dolomit dan Pupuk Organik terhadap Ketersediaan Fosfor pada Tanah Ultisol dan Pertumbuhan Tanaman Jagung. Jurnal Agroekoteknologi FP USU, 9(2), 345- 352.

Lubis, R.E. dan Widanarko, A., 2011. Buku Pintar Kelapa Sawit. Opi, Nofiandi; Penyunting.Agro Media Pustaka. Jakarta.

Mahmud, MS, dan Chong, KP 2022. Pengaruh Pengapuran terhadap Sifat Tanah dan Perannya dalam Meningkatkan Produktivitas dan Profitabilitas Industri Kelapa Sawit di Malaysia. Pertanian , 12 (3),322.https://doi.org/10.3390/agr iculture12030322

Maulana, A. H., Prasetyo, H., dan Suryani, R. 2020. Pengaruh Aplikasi Dolomit terhadap Peningkatan pH dan Hasil Tanaman Kedelai (Glycine max L.) pada Tanah Masam. Jurnal Ilmu Tanah dan Lingkungan, 22(1), 47-53.

Marschner, P. (2012). Marschner’s Mineral Nutrition of Higher Plants (3rd ed.).

Academic Press.

Nguyen, H., Tran, Q., & Lee, J. (2025). Metabolomik terkait akar mengungkapkan manfaat jamur AM yang bergantung pada konteks. Fenotipe dan Fenomika Tumbuhan, 4 , e10627. https://doi.org/10.1002/ppp2.10627

Ningsih, S., dan Marwansyah. 2024. Pemanfaatan Fungi Mikoriza Arbuskular dalam Meningkatkan Efisiensi Penggunaan Pupuk NPK pada Tanaman Cabai Merah (Capsicum annuum L.). Jurnal Agrotek Umpar, 11(1), 1-10.

Nizar, Mohd, C Tan, dan M Elya Masya. 2023. “Dampak Psikologis Pupuk KimiaPereduksi Jamur Mikoriza Arbuskular terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit.” Seri Konferensi IOP: Ilmu Bumi dan Lingkungan 1167: 1755- 1315.

Nugroho. 2019. Teknologi Agroindustri Kelapa Sawit. Lambung Mengkurat Universitas Pers.

Nuraini, M. ,Ramanata D.,dan Heri, S. 2021. Analisis Kesesuaian Lahan Untuk Tanaman Sawit Di Desa Nunggal Sari Kecamatan Pulau Rimau Kabupaten Banyuasin.Jurnal Swarnabhumi Vol. 6, No. 1, Februari 2021.

Nurhalimah, R., Rini, Y., dan Widodo, A. 2022. Peran mikoriza arbuskular terhadap pertumbuhan tanaman pada tanah masam. Jurnal Agroteknologi Tropika, 11(2), 145–153.

Nora, S.,dan Mual, C. D. 2018. Budidaya tanaman kelapa sawit. Kementerian Pertanian.

Jakarta.

Pahan, I. 2013. Panduan Lengkap Kelapa Sawit. Penebar Swadaya, Jakarta. Permata, D. F., Soedarsono, S., dan Hartati, S. 2021. Peran Fungi Mikoriza Arbuskular dalam Peningkatan Penyerapan Fosfor pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum L.). Jurnal Hortikultura Indonesia, 12(2), 114-121.

Pratama, I. A., Santoso, E., dan Handoko, R. 2023. Potensi Fungi Mikoriza Arbuskular sebagai Biofertilizer untuk Tanaman Padi (Oryza sativa L.) pada Lahan Kering. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), 28(4), 575-583.

Prayuda, A. T., Wulandari, S., dan Hidayat, R. 2022. Peran dolomit dalam meningkatkan

pH tanah masam dan hubungannya terhadap ketersediaan hara. Jurnal Tanah dan Lingkungan, 24(2), 89–97.

Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS). 2018. Deskripsi Varietas Unggul Kelapa Sawit Sriwijaya.

Putri, A. A., Sudaryono, dan Rosniawaty, S. 2020. Isolasi dan Identifikasi Fungi Mikoriza Arbuskular dari Rizosfer Tanaman Kakao (Theobroma cacao L.) di Lampung. Jurnal Biologi Lingkungan, Industri, Kesehatan, 6(2), 64-70.

Rahman, M., Idris, M., dan Harun, N. 2022. Pengaruh pengapuran terhadap sifat tanah dan perannya dalam meningkatkan produktivitas kelapa sawit. Pertanian, 12 (3), 322.

Rini, Y., Supriadi, A., dan Handoko, T. 2021. Aplikasi pupuk hayati mikoriza untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman. Journal of Agricultural Science and Technology, 23(3), 201–209.

Ryadin, A., Janz, D., Schneider, D., Tjoa, A., Irawan, B., Daniel, R., dan Polle, A. 2022. Efek Awal Pengurangan Pupuk dan Herbisida terhadap Biota yang Berhubungan dengan Akar di Perkebunan Kelapa Sawit. Agronomy,2022,12.1: 199.

Sakiah, Yosephine, I. O.Sukariawan, A.Naibaho, T.Guntoro dan Saragih, A. P.2023. "Pemanfaatan mikoriza di pembibitan kelapa sawit untuk mengurangi dosis pupuk anorganik." Seri Konferensi IOP: Ilmu Bumi dan Lingkungan , 1243.

Sari, D., Lestari, W., dan Yuliana, A. 2021. Pengaruh pemberian dolomit terhadap ketersediaan hara dan pertumbuhan tanaman pada tanah ultisol. Soil and Plant Nutrition Journal, 17(1), 55–63.

Setiawan W, N Andayani dan E Rahayu. 2017. Pengaruh macam dan dosis limbah organik terhadap pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaesis guineensis Jacq) di main nursery.

J. AGROMAST. 2(2)

Setiawan, Y., Ramadhan, F., dan Lestari, P. 2021. Pengaruh aplikasi mikoriza terhadap pertumbuhan tanaman pada tanah marginal. Jurnal Agroteknologi Tropika, 10(1), 15–24.

Simanjuntak, P., Hutapea, R., dan Sitompul, N. 2023. Dolomit sebagai amelioran tanah masam untuk mendukung produktivitas tanaman perkebunan. Jurnal Tanah dan Lingkungan, 25(1), 12–21.

Smith, S. E., & Read, D. J. (2008). Mycorrhizal Symbiosis (3rd ed.). Academic Press. Smith, SE, dan Read, DJ 2021. Mycor (edisi ke-4). Ac

Smith, S. A., dan Read, D. 2024. Mycorrhizal Symbiosis (3rd ed.). Academic Press. Sodikin, E., Sulaiman, F., Amar, M., Achadi, T., Yakup, Y., Sefrila, M., dan Apria, A.

2022. Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk Hayati Mikoriza pada Pertumbuhan Bibit Dua Varietas Kelapa Sawit di Pembibitan Awal. Jurnal Agro Industri Perkebunan, 141–152.

Subagyo, M, dan S. Karama. 1996. Prospek pengembangan lahan gambut untuk pertanian dalam seminar pengembangan teknologi benvawasan lingkungan untuk pertanian pada lahan gambut. 26 September 1996. Bogor.

Subardja, D., L. lrsal, dan A. Saleh. 2000. Sebaran potensi lahan untuk ekstensifikasi kelapa sawit di Indonesia. Konferensi Kelapa Sawit Internasional. Bali 19-23 Juni 2000. Tp.

Sudradjat, dan Fitriya. 2015. “Optimasi Dosis Pupuk Dolomit Pada Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Belum Menghasilkan Umur Satu Tahun.” Agrovigor 8 (1): 1–7.

Supriadi, S., Kertati, A., dan Setyaningsih, D. 2022. Komunitas Fungi Mikoriza

Arbuskular dan Korelasinya dengan Kandungan Fosfor Tersedia pada Tanah Pertanian di Kabupaten Malang. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia (JIPI), 27(3), 329-338.

Supriadi, Y., dan Hendra, A. 2022. Respon bibit kelapa sawit terhadap aplikasi mikoriza pada media tanah masam. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 27(3), 321–329

Sulardi. 2022. Budidaya Tanaman Kelapa Sawit. PT Dewangga Energi Internasio nal Medan.

Sunarko, 2017. Petunjuk Praktis Budi Daya dan Pengolahan Kelapa Sawit. Jakarta: Agromedia Pustaka.

Steel RGD dan JH. Torrie, 1994. Prinsip dan prosedur Statistik Suatu Pendekatan Biometrik. Gramedia Utama. Jakarta.

Tan, KS, Abdullah, NAP, dan Hasan, M. 2023. Korelasi produksi daun dan pelepah dengan kinerja hasil awal kelapa sawit (2), 287–298.

Utami, D., Siregar, A., dan Simanjuntak, R. 2023. Efektivitas mikoriza dalam meningkatkan pertumbuhan tanaman perkebunan pada lahan masam. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 28(1), 45–53.

Wahyudi, B., Susilawati, dan Sumadi. 2021. Analisis Komposisi Kimia dan Kadar Hara Pupuk Dolomit dari Beberapa Sumber di Lampung. Jurnal Agrotropika, 6(1), 1-7.

Wardiana, E., Sutikno, dan Yuliana. 2020. Perbaikan Sifat Kimia Tanah Ultisol dengan Aplikasi Dolomit dan Pupuk Organik. Jurnal Agroteknologi Terapan, 1(2), 115-124. Wati, A. N., Susanti, I. W., dan Hadi, M. 2021. Peran Fungi Mikoriza Arbuskular dalam Peningkatan Agregasi Tanah dan Pertumbuhan Tanaman Jagung (Zea mays L.)

pada Tanah Ultisol. Jurnal Tanah dan Iklim, 45(1), 69-78.

Weinberger, NV , CibilsStewart, X. , Brien, C. , Jewell, N. , Berger, B. , Cavagnar o, TR

, Salomon, MJ , Mikhael, M. , Plett, JM , Plett, KL ,dan Powell, JR ( 2025 ). Fenotipe tanaman dan metabolomik terkait akar mengungkapkan wawasan tentang perlindungan patogen oleh beragam jamur mikoriza arbuskular . Tanaman ,Manusia,Planet , 7 ( 4 ), 1180 – 1194. https://doi.org/ 10.1002/ppp3.10627

Widiastuti, H., Suharyanto, A. Susanto, Sugiyono, Rais, dan Budi. 2006. Penilaian efektivitas jamur AM sebagai agen aktif pupuk hayati dan dalam kombinasi dengan Trichoderma sebagai pengendalian hayati untuk bibit kelapa sawit dalam produksi skala komersial. Prosiding Konferensi Kelapa Sawit Internasional 2000. Lembaga Penelitian Kelapa Sawit Indonesia.

Widjajanti, H., Nugroho, A., dan Fadhilah, R. 2021. Peran mikoriza dalam meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tanaman melalui simbiosis mutualistik. Jurnal Biologi Tropika, 21(2), 87–95.

Yuliana, T., Suharjo, dan Purwanto, A. 2023. Pengaruh Dosis Dolomit terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Jagung (Zea mays L.) pada Tanah Masam. Jurnal Agro Bali, 6(1), 1-9.

Zainuddin, N., Keni, M. F., Ibrahim, S. A. S., dan Masri, M. M. M. 2022. Pengaruh biofertilizer terpadu dengan pupuk kimia terhadap pertumbuhan kelapa sawit dan keanekaragaman mikroba tanah. Biokatalisis dan Bioteknologi Pertanian, 39: 102237. Zhang, Y., Chen, L., dan Wang, J. 2024. Mekanisme mobilisasi fosfor pada tanah masam yang diberi dolomit. Science of The Total Environment, 905 , 1663

Published

2026-02-07

How to Cite

Rio Andika, & Subagiono. (2026). Pengaruh Kombinasi Pupuk Hayati Mikoriza dan Dolomit terhadap Pertumbuhan Tanaman Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jack) TBM 1. Jurnal Greenation Pertanian Dan Perkebunan , 4(1), 40–57. https://doi.org/10.38035/jgpp.v4i1.728