Pengaruh Pemberian Jenis Plant Growth Promoting Rizobacteria (PGPR) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Putih (Allium sativum L.) Varietas Lumbu Kuning Di Dataran Rendah

Authors

  • Suryo Purnomo Universitas Muara Bungo
  • Gusni Yelni Universitas Muara Bungo
  • Effi Yudiawati Universitas Muara Bungo

DOI:

https://doi.org/10.38035/jgpp.v4i1.727

Keywords:

Bawang Putih, PGPR, Lumbu Kuning, Dataran Rendah, Pertumbuhan dan Hasil

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang putih (Allium sativum L.) varietas Lumbu Kuning yang dibudidayakan di dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Januari – Mei 2025 di Lahan Kelompok Tani Ikhlas Kenagarian Batu Rijal Kecamatan Padang Laweh Kabupaten Dharmasraya dengan ketinggian tempat 105 m dpl. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor dengan lima perlakuan (K0: tanpa PGPR, K1–K4: empat jenis PGPR berbeda) dan empat ulangan, sehingga terdapat 20 petak percobaan. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, diameter umbi, berat umbi, dan jumlah siung per umbi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian PGPR tidak memberikan pengaruh nyata terhadap tinggi tanaman dan jumlah daun, panjang akar dan jumlah siung tetapi berpengaruh nyata terhadap diameter umbi dan berat umbi. Pemberian PGPR(K3) memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan berat dan diameter umbi. Hal ini menunjukkan bahwa PGPR(K3) berpotensi meningkatkan hasil bawang putih varietas Lumbu Kuning di dataran rendah

References

Aulia, N., Hidayat, R., & Prasetyo, A. (2023). Pengaruh unsur nitrogen terhadap pembentukan daun bawang putih. Laporan Penelitian (tidak dipublikasikan).

Badan Pangan Nasional. (2023). Rekomendasi Ombudsman RI Terkait Importasi Bawang Putih, NFA Dukung Demi Perbaikan Tata Kelola Pangan Nasional.

Basuki, R. S., Sutaryono, Y., & Wibowo, H. (2019). Budidaya bawang putih di dataran tinggi. Balai Penelitian Tanaman Sayuran.Departemen Pertanian (Deptan). (2019). Rencana Strategis Pengembangan Bawang Putih. Jakarta: Departemen Pertanian.

Dewi, S., & Zainudin, A. (2020). Aplikasi PGPR sebagai pengganti pupuk kimia pada tanaman hortikultura.

Handiana, R., Mukaromah, E., & Irawan, B. (2019). Interaksi Genotipe-Lingkungan pada Tiga Varietas Bawang Putih di Dua Lokasi. Jurnal Produksi Tanaman, 7(3), 1168–1175

Handiana, D. Z. 2018. Keragaan Tiga Varietas Unggul Bawang Putih (Allium sativum L.) Di Dua Lokasi (Doctoral dissertation, Universitas Brawijaya)

Hidayat, A., & Rosliani, R. (2003). Pengaruh jarak tanam dan ukuran umbi bibit bawang merah terhadap hasil dan distribusi ukuran umbi bawang merah (Laporan Hasil Penelitian). Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Lembang

Kementan. (2020). Data Produksi Dan Kebutuhan Bawang Putih Di Indonesia.

Kementerian Pertanian Republik Indonesia.

Kementerian Pertanian (Kementan). (2018). Panduan Budidaya Bawang Putih Di

Daerah Kering. Jakarta: Kementerian Pertanian

Kementerian Pertanian (2024). Budidaya Bawang Putih. cybex.pertanian.go.id.

Kristianti, R. (2021). Pengaruh pemberian PGPR terhadap pertumbuhan tanaman bawang putih. Jakarta: Universitas Negeri Jakarta

Kafrawi, Kumalawati, Z., dan Muliani, S. (2015). Skrining Isolat Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) dari Pertanaman Bawang Putih (Allium ascalonicum) di Gorontalo. Jurnal Prosiding Seminar Nasional Mikrobiologi Kesehatan dan Lingkungan, 5(2), 132-139.

Kaur, R., Tiwari, A., Manish, M., Maurya, I. K., Bhatnagar, R., & Singh, S. (2021). Common Garlic (Allium sativum L.) Has Potent Anti-Bacillus Anthracis Activity. Journal of Ethnopharmacology, 264,

Koza, N. A., Adedayo, A. A., Babalola, O. O., & Kappo, A. P. 2022. Microorganisms in plant growth and development: Roles in abiotic stress tolerance and secondary metabolites secretion. Microorganisms

KamenetskyGoldstein, R., & Rabinowitch, H. D. (2017). Physiology of domesticated Alliums: Onions, garlic, leek, and minor crops. In B. Thomas, B. G. Murray, & D. J. Murphy (Eds.), Encyclopedia of Applied Plant Sciences (Vol. 3, pp. 255–261

Lakitan. 2022. Dasar-dasar klimatologi. PT. Raja Grafindo Persada. Jakarta

Muhalla, M. (2019). Teknologi budidaya bawang putih yang ramah lingkungan. Padang: Penerbit GHI

Maulina, N. M. I., Khalimi, K., Wirya, G. N. A. S., & Suprapta, D. N. (2015). Potensi Rhizobacteria Yang Diisolasi Dari Rizosfer Tanaman Graminae Non-Padi Untuk Memacu Pertumbuhan Bibit Padi. Jurnal Agri. Sci. And Biortechnol, ISSN: 23020-113. Juli 2015. Hal: 1-8

Nur, M. (2018). Karakteristik dan masalah tanah gambut pada budidaya tanaman pangan. Jurnal Tanah Tropika, 12(2), 45–56.

Natalia Kristianti, K. Y. (2021). Pengaruh Plant Growth Promoting Rhizobacteria (PGPR) Dan Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Bawang Putih (Allium ascalonicum L.). Jurnal Produksi Tanaman, 9(7), 2527-8452.

Nurasiah D. 2016. Interaksi Bakteri Antogonis Dengan Tanaman Pangan. Balai Penelitian Serealia.

Novatriana, R., & Hariyono, B. 2019. Pemberian PGPR pada tanaman sebagai pengganti pupuk dan pestisida. Jurnal Pertanian Berkelanjutan.

Okubo, T., & Minamisawa, K. (2019). Bacterial interactions in the rhizosphere for nitrogen fixation. Plant and Cell Physiology

Pratiwi, H., Aini, N., & Soelistyono, R. (2017). Effects of Pseudomonas fluorescens and sulfur on nutrient uptake, growth and yield of groundnut in an alkaline soil. Journal of Degraded and Mining Lands Management, 3(2), 507–516.

Rachman, A. (2024). CNBC Indonesia. Retrieved from RI Impor Bawang Putih US$125,2 Juta: Dari China, AS Hingga Singapura.

Rachmasari, R. S. (2017). Pertumbuhan dan produksi bawang putih (Allium sativum L.) [Skripsi]. Universitas Negeri Malang.

Rohmawati, F., R, S., & Koesriharti. (2017). Pengaruh Pemberian Plant Growth Promoting Rhizobacteria dan Kompos Kotoran Kelinci terhadap Hasil Tanaman Terung (Solanum melongena L.). Jurnal Produksi Tanaman, 5(8), 1294-1300.

Rosnawati,R. dan Purwanto, B.H.(2020)."Pengaruh Nitrogen terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Putih."Jurnal Hortikultura

Sumarni, N., & Hidayat, A. (2005). Budidaya bawang merah (Panduan Teknis PTT Bawang Merah No. 3). Balai Penelitian Tanaman Sayuran, Pusat Penelitian dan Pengembangan Hortikultura, Badan Litbang Pertanian. Lembang–Bandung

Samadi, 2000. Usaha Tani Bawang Putih. Yogyakarta: Kanisius

Sandrakirana, R., Fauzia, L., Alami, E. N., Aisyawati, L., Rahmawati, D., Handayati, W., Susanti, I., & Baswarsiati. (2018). Panduan budidaya bawang putih. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Jawa Timur, Malang.

Saraswati, R dan Sumarno. 2008. Pemanfaatan Mikroba Penyubur Tanah sebagai Komponen Teknologi Pertanian. Iptek Tanaman Pangan, 3 (1): 41-58.

ST Rahayu, Suwarni Tri; Basuki, Rofik Sinung; Levianny, Poetry Sari. Pengaruh Varietas dan Aplikasi Teknologi Budi Daya terhadap Kualitas Umbi Bawang Putih. Widyariset, 2020, 6.2: 88-98.

Souza, R. D., Ambrosini, A., & Passaglia, L. M. P. (2015). Plant growth-promoting bacteria as inoculants in agricultural soils. Lugtenberg, B., & Kamilova, F. (2009). Plant-growth-promoting rhizobacteria. Annual Review of Microbiology,

Titisari, A., Setyorini, E., Sutriswanto, S., & Suryantini, H. (2019). Kiat Sukses Budi Daya Bawang Putih. Bogor: Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian.

Widyanti Lestari. 2021. Perlakuan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman. Jurnal Agrotekno Tropika, 9(2), 123–132.

Windy, N. 2022. Respon tanaman bawang putih terhadap pemberian berbagai jenis PGPR di dataran rendah. Skripsi. Yogyakarta: Universitas Yogyakarta.

Wibowo, S. (2007). Budidaya bawang: Bawang putih, bawang merah, bawang bombay (cetakan ke16). Penebar Swadaya

Wahab, A. (2019). Peranan PGPR dalam meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman. Jakarta: Penerbit Agro Media

Published

2026-02-07

How to Cite

Suryo Purnomo, Gusni Yelni, & Effi Yudiawati. (2026). Pengaruh Pemberian Jenis Plant Growth Promoting Rizobacteria (PGPR) Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Putih (Allium sativum L.) Varietas Lumbu Kuning Di Dataran Rendah. Jurnal Greenation Pertanian Dan Perkebunan , 4(1), 27–39. https://doi.org/10.38035/jgpp.v4i1.727