Respon Pertumbuhan Dan Hasil Bawang Putih (Allium sativum) Dengan Pemberian Berbagai Pupuk Kandang Di Polybag
DOI:
https://doi.org/10.38035/jgpp.v3i3.719Keywords:
Pupuk Kandang, bawang putih, Pertumbuhan dan HasilAbstract
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh dan jenis pupuk kandang yang tepat untuk pertumbuhan dan hasil bawang putih. Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 4 kelompok yaitu : PK0 (Tanpa pupuk kandang), PK1 (pupuk kandang kotoran ayam buras), PK2 (pupuk kandang kotoran ayam kampung), PK3 (pupuk kandang kotoran kambing) dan PK4 (pupuk kandang kotoran sapi) Variabel yang diamati yaitu tinggi tanaman (cm), jumlah daun (helai), jumlah siung (siung), diameter umbi pertanaman (cm) dan bobot umbi segar per tanaman(g). Data dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (anova). Apabila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Ducan Multiple Range Test (DMRT) pada taraf 5%. Dari hasil percobaan diperoleh Respon bawang putih terhadap variabel tinggi tanaman (cm) dan jumlah daun (helai) serta jumlah siung (siung) menunjukan respon yang tidak berbeda sementara diameter umbi/tanaman (cm), volume akar dan bobot umbi segar pertanaman (g) memberikan respon yang berbeda di polybag. Respon bawang putih pada perlakuan PK1 (pupuk kandang kotoran ayam buras) merupakan perlakuan terbaik terhadap diameter umbi (cm) dan berat umbi segar pertanaman (gram), perlakuan PK3 (pupuk kandang kotoran kambing) terbaik terhaadap berat umbi segar pertanaman (gram) dan perlakuan PK4 (pupuk kandang kotoran sapi) terbaik terhadap volume akar (mm) bawang putih (Allium sativum L.) di polybag
References
Putih di Dataran Rendah. Skripsi. IPB. Bogor
BPS. 2018. Produksi, Luas Panen dan Produktivitas Bawang Putih Menurut Provinsi 2013-2017. https://www.bps.go.id. Diunduh 27 Desember 2018.
dan Cahyono (2005),
Frona, W.S., Zein A., & Vauzia. 2016. Pengaruh Penambahan Bokhasi Kubis (Brassica Oleracea Var. Capitata) terhadap Pertumbuhan Bawang Putih (Allium sativum L) pada Tanah Podzolik Merah Kuning Journal of Sainstek 8(1):10-19. Diunduh 24 April 2019
Hartatik, W. dan L.R. Widowati. 2010. Pupuk Kandang. http://www.balittanah. litbang.deptan.go.id. Diakses 23 April 2019
Jazilah. S., Sunarto dan N. Farid. 2005. Respon Tiga Varietas Bawang Merah Terhadap Dua Macam Pupuk Kandang dan Empat Dosis Pupuk Anorganik. Jurnal Penelitian dan Informasi Pertanian Agrin, Vol.11 No.1.
Jumin. H. B. 2011. Dasar-dasar Agronomi. Raja Grafindo Perseda. Jakarta.
Katadata, 2017. Berapa Produksi Bawang Putih Indonesia?. Databoks.co.id.
Lingga, P dan Marsono. 2013. Petnjuk Penggunaan Pupuk (Edisi Revisi). Penebar Swadaya. Jakarta
Marsono. 2004. Pupuk Akar dan Jenis Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta.
Musnamar, E.I. 2003. Pupuk Organik. Seri Agri Wawasan, Penebar Swadaya. Bogor.
Puslitbanghorti, 2015. Budidaya Tanaman Bawang Putih. puslitbanghorti@ litbang.pertanian.go.id. Diunduh 22 April 2019
Rukmana, R. 2012. Budidaya Bawang Putih. Yogyakarta: Kanisius.
Samekto. R. 2006. Pupuk Kandang. PT. Citra Aji Parama. Yogyakarta.
Santoso, H.B. 2000. Bawang Putih. Kanisius, Yogyakarta.
Setiawan, B.S. 2014. Membuat Pupuk Kandang Secara Cepat. Penebar Swadaya. Jakarta.
Soeslistyono, R., A.S. Rahman dan A. Nugroho, 2016. Kajian Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum L.) di Lahan dan Polybag dengan Pemberian Berbagai Macam dan Dosis Pupuk Organik. Jurnal Produksi Tanaman Vol. 4 No. 7. Diunduh September 2019.
Stevenson, F. J., 1982. Humus Chemistry : Genesis, Composition and Reaction. John Wiley and Sons, New York.
Still, R.G.D and Torrie, JH. 1993. Prinsip dan Prosedur Statistik (diterjemahkan oleh Ir. Bambang Sumantri-IPB). Penerbit PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Sudarto, M. Zairin, Awaludin Hipi dan Ari Surahman, 2003. Pengaruh Jenis dan Dosis Pupuk Kandang terhadap Pertumbuhan dan Produksi Jagung Manis (Zea mays saccharata Sturt). Pastura (1): 2.
Sulisbury, F.B. dan C.W. Ross, 1995. Fisiologi Tumbuhan. ITB Bandung.
Sumadi, B. dan cahyono, B. 2005. Intensifikasi Budidaya Bawang Merah. Kanisius. Yogyakarta.
Sutedjo. M. M. dan A.G. Kartasapoetra. 2002. Pupuk dan Cara Pemupukan. Rineka Cipta, Jakarta.
Timlin, D., S.M.L. Rahman., J.Baker., V.R Reddy., D. Fheisher and B. Quebe-deaux. 2006. Whole Plan Photosyn-thesis, Development, and Carbon Partitioning In Potato as Function of Temperature. Agronomi Jurnal.98(5) 1195-1203.
Untari. I. 2010. Bawang Putih Sebagai Obat Paling Mujarab Bagi Kesehatan. Surakarta: Muhammadiyah Surakarta, Ilmu Keperawatan. Vol: 7, No.1
Wahyudi. A., M. Zulqarnida dan S. Widodo. 2014. Aplikasi Pupuk Organik dan Anorganik dalam Budidaya Bawang Putih Varietas Lumbu Hijau. Prosiding Seminar Nasional Pengembangan Teknologi Pertanian Politeknik Negeri Lampung 24 Mei 2014 ISBN 978-602-70530-0-7
Wicaksono, Y.M., M. Rahayu dan Samanhudi. 2013. Pengaruh Pemberia Mikoriza Dan Pupuk Organik Terhadap Pertumbuhan Bawang Putih. Caraka Tani – Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian Vol. XXIX No. 1
Wijaya. A.R. 2010. Pupuk dan Pemupukan. Kanisius.Yokjakarta.
Yelni. G. 2018. Efektifitas Pengendalian Gulma Dan Pemberian Pupuk Kandang Ayam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Bawang Merah (Allium ascalonicum, L) pada Tanah Masam. Jurnal Sains Agro Volume 4, Nomor 1. Diunduh September 2019.
Yongki. 2010. Cabai Merah, Bawang Putih, Kunyit, lengkuas dan Jahe. hhtp;//Yongkikastanyaluthana.wordpress.com/2010/10/6/cabai-merah-bawang-putih-kunyit-lengkuas-dan-jahe/. Diunduh September 2019.
Zulkarnain, 2016. Budidaya Sayuran Tropis. Jakarta. Bumi Aksara.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Citra Kurniawati, Gusni Yelni, Subagiono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (JGPP) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali diJGPP.




















