Pengaruh Pemberian Dosis Pupuk NPK Dan PPC Terhadap Pertumbuhan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Pada Tbm 1
Keywords:
NPK, PPC, Pertumbuhan kelapa sawitAbstract
Penelitian ini dilaksanakan di Perkebunan Kelapa Sawit yang terletak di Dusun Rantau Keloyang, Kecamatan Pelepat Kabupaten Bungo. Dilaksanakan selama tiga bulan yang dimulai pada tanggal 01 Juni sampai dengan 31 Agustus 2023. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pertumbuhan tanaman pada kebun kelapa sawit TBM 1. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial, dengan 2 faktor dan 3 ulangan. Faktor I yaitu N0 : Tanpa Pupuk NPK, N1 : 20 gram/tanaman, N2 : 30 gram/tanaman. Dan faktor II P0 : Tanpa PPC, P1 : 2 cc/liter air, P2 : 4 cc/liter airdan P3 : 6 cc/liter air. Hasil pengamatan dianalisis dengan menggunakan Statistik Analisis Ragam (Anova), apa bila berpengaruh nyata maka dilanjutkan dengan uji Duncan New Multiple Range Tes’t (DNMRT) pada taraf 5 %. Parameter yang diamati adalah tinggi tanaman, lingkar batang, jumlah pelepah, dan luas daun. Dari hasil penelitian menunjukan terdapat interaksi antara pupuk NPK dan PPC dengan kombinasi terbaik N2P2 yaitu N2 : 30 gram/tanaman dan P2 : 4 cc/liter air. Perlakuan NPK berpengaruh terhadap tinggi tanaman, lingkar batang, jumlah pelepah dan luas daun. Perlakuan PPC berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah pelepah dan luas daun, tetapi tidak berpengaruh terhadap lingkar batang
References
Abdullah, T.S., 1993. Survei Tanah dan Evaluasi Lahan. Penebar Swalayan, Jakarta. 273.
Agustina, L. 1990. Dasar Nutrisi Tanaman. Rhineka Cipta. Jakarta.
Andoko dan Widodoro. 2013. Berkebun Kelapa Sawit si Emas Cair. Jakarta: PT Agro Media Pustaka.
Badan Pusat Statistik Kabupaten Bungo. 2018. Luas Tanaman Perkebunan Kelapa Sawit Menurut Kecamatan dan Komposisi Tanaman di Kabupaten Bungo.
Dapartemen Perindustrian, 2007. Gambaran Sekilas Industri Minyak Kelapa Sawit, Jakarta.
Darmawan, K. S., Udayana, I. G. B., Wirajaya, A. N. M., dan Yuliartini, M. S. 2020. Pengaruh Konsentrasi Atonik dan Dosis Pupuk Kandang Sapi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) Sistem Prenursery. Gema Agro, 25(1), 17-22.
Dierolf, T. S., Fairhurst, T. H., dan Mutert, E. W. 2001. Soil Fertility Kit A toolkit for acid, upland soil fertility management in Southeast Asia. Wiley eastern limited : Singapore., 2001
Dinas Perkebunan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Bungo. https://bungokab.bps go.id/indicator/54/281/1/luas- areal-tanaman-perkebunan-rakyat-menurut-kecamatan-dan-jenis-tanaman-hektarˉ.html Diakses pada : 02 Oktober 2023.
Dwiyana, S. R., Sampoerno, S., & Ardian, A. (2015). Waktu dan Volume Pemberian Air Pada Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guinenesis Jacq) di Main Nursery (Doctoral dissertation, Riau University).
Fathan, R., M. Raharjo dan A.K. Makarim. 1988. Hara Tanaman Jagung. Dalam Subandi, M. Syam dan A. Widjojo(Eds). Jagung. Badan Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. Bogor.
Fauzi, Y,Y.E. Widyastuti, I. Satyawibawa, dan R.H. Paeru, 2012. Kelapa Sawit, Budi Daya, Pemanfaatan Hasil Dan Limbah, Analisis Usaha Dan Pemasaran. Penebar Swadaya 111-112. Jakarta.
Fauzi, Y,Y.E. Widyastuti, I. Satyawibawa, dan R.H. Paeru, 2014. Kelapa sawit. Penebar swadya, Jakarta 236.
Fauzi, Y., Widyastuti, Y. E., Satyawibawa, I., dan Hartono, R. 2012. Kelapa Sawit: Budidaya, Pemanfaatan Hasil dan Limbah, Analisis Usaha dan Pemasaran. Penebar Swadaya, Jakarta, 234.
Fitter, H dan M. Hay., 1998. Fisiologi Lingkungan Tanaman. Gadjah Mada University Press. Yogyakarta. Gardner, F.P., R.B. Pearce dan R.L
Gardner, F.P., R.B. Pearce dan R.L. Mitchell., 1991. Fisiologi Tanaman Budidaya. UI Press. Jakarta.
Gusniwati, H. Salim, dan J. Mandasari. 2012. Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) di pembibitan utama dengan perbedaan kombinasi pupuk cair nutrifarm dan NPKMg. Vol 1 No. 1 Januari ± Maret 2012.
Hadisuwito,dan Sukamto. 2012. “Membuat Pupuk Cair”. PT. Ago Media Pustaka. Jakarta
Hakim, M. 2007. Teknis Agronomis dan Manajemen Kelapa Sawit. Lembaga Pupuk Indonesia. Jakarta.
Hardjowigeno, S., 2007. Ilmu Tanah. Akademika Pressindo. Jakarta.
Harjadi, M.S.S. 1993. Pengantar Agronomi. Gramedia, Jakarta.
Hasnelly, H. 2020. Pengaruh Pemberian Pupuk Pelengkap Cair (Ppc) Terhadap Pertumbuhan Bibit Sawit Di Main Nursery (Elaeis guineensis Jacq.). Jurnal Sains Agro, 5(1).
Iman, N Y. 2014. Perkebunan Kelapa Sawit Cepat Panen. Infra Group. Jakarta
Imran. 2015. Uji pupuk NPK Mutiara 16;16;16 dan berbagai jenis mulsa terhadap hasil tanaman cabai (Capsicum annum L.). Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian Riau.
Irawan, B. 2014. Sistem Pendukung Keputusan Pemilihan Bibit Kelapa Sawit Dengan Metode Simple Additive Weighting (SAW). Semarang: Universitas Dian Nuswantoro.
Jauhari, P. A., Armaini, A., dan Ikhsan, A. 2017. Respon Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Pre Nursery Pada Media Ultisol Yang Mendapat Aplikasi Sludge Dan Pupuk Pelengkap Cair (Doctoral dissertation, Riau University).
Karneta, R. Penggunaan Media Gambut dan Zat Pengatur Tumbuh Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jack) The Use of Peat Media and Plant Growth Regulators on The Growth of Refined Palm Seeds (Elaeis guineensis Jack).
Kartika. 2013. Hormon Tanaman Unggul Multiguna Ecclusive. Mutiara Keraton-Jimmy & Co. Tran’s Bisnis Indonesia. Bogor.
Khairiah 2013. Kiat sukses industri kelapa sawit Indonesia.http://www.bumn.co/id/Ptpn1/galeri/artikel. Diakses pada 05 Juli 2022.
Lakitan, B., 2008. Dasar dasar Fisiologi Tumbuhan. RajaGrafindo Persada.Jakarta.
Leiwakabessy, F. M. dan A. Sutandi. 1996. Pupuk dan Pemupukan. Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor. 265 hal.
Leiwakabessy, F. M., dan Sutandi, A. 2004. Diktat kuliah pupuk dan pemupukan. Jurusan Tanah, Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor. Bogor, 208.
Lingga, P., & Marsono, M. (2003). Directions for using fertilizers. Penebar Swadaya Jakarta.
Mangoensoekarjo, S., dan Semangun, H. 2003. Manajemen agrobisnis kelapa sawit. UGM-Press, Yogyakarta.
Manurung, G. M. E. 2007. Budidaya Tanaman Kelapa Sawit. In Makalah Workshop Pelatihan Petani Sektor Perkebunan, PKPP UNRI. Pekanbaru.
Marsono dan P. Sigit. 2000. Pupuk Akar Jenis dan Aplikasi. Penebar Swadaya, Jakarta.
Marvelia, S.D., 2006. Produksi Tanaman Jagung Manis (Zea mays Var saccharata Sturt) yang Diperlakukan dengan Kompos Kascing dengan Dosis yang Berbeda. Buletin Anatomi dan Fisiologi Vol. XIV (2). Oktober 2006. Yogyakarta.
Mukhtaruddin, M., Sufardi, S., dan Anhar, A. 2015. Penggunaan guano dan pupuk NPK Mutiara untuk memperbaiki kualitas media subsoil dan pertumbuhan bibit kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.). Jurnal Floratek, 10(2), 19-33.
Mulyani, M. S dan A. G. Kartasapoetra. 2002. Pengantar Ilmu Tanah. Rineka Cipta. Jakarta
Musnamar, E. I. 2006. Pupuk Organik, Cair dan Padat, Pembuatan dan Aplikasi. Penebar Swadaya. Jakarta.
Musyarofah, N., S. Susanto, S.A Aziz dan S. Karto Soewarno., 2007. Respon Tanaman Pegagan (Cantella asiatica L. urban) Pada Naungan yang Berbeda di Dataran Tinggi. Makalah Seminar Sekolah Pasca Sarjana IPB. 10p. Bogor.
Naibaho, R. 2003. Pengaruh Pupuk Phonska dan Pengapuran Terhadap Kandungan Unsur Hara NPK dan pH Beberapa Tanah Hutan. Skripsi,Fakultas Pertanian, Institut Pertanian Bogor,Bogor.
Nazari, Y.A. 2008. Respon Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq.) pada Pembibitan Awal terhadap Pupuk NPK Mutiara. Ziraa’ah Majalah Ilmiah Pertanian Vol.23 No.3 :170-184
Noor, W. F., dan Ardian, A. Pemberian Pupuk Pelengkap Cair (Ppc) Bayfolan Pada Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Menggunakan Media Tanah Salin Di Pembibitan Utama (Doctoral dissertation, Riau University).
Novizan.2007. Petunjuk Pemupukan yang Efektif.PT AgroMedia Pustaka. Jakarta.
Oeliem, T. H., dan Asmono, D. 2002. Variabilitas Genetik Intrapopulasi Dan Interpopulasi Plasma Nutfah Kelapa Sawit (elaeis guineensis jacq.) Berdasarkan Marka Isozim dan Random Amplified Polymorphic DNA. Skripsi Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan.
Pahan I. 2010. Panduan Lengkap Kelapa Sawit. Ed ke-4. Jakarta (ID): Penebar Swadaya. 412 hlm.
Pahan, I. 2006. Panduan Lengkap Kelapa Sawit Manajemen Agribisnis dari Hulu hingga. Hilir, Penebar Swadaya, Jakarta.
Pasaribu, N. 2004. Minyak buah kelapa sawit. Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam pada Universitas Sumatera Utara, Universitas Sumatera Utara, Medan Sumatera Utara, halaman, 1-7.
Perindustrian, D. 2007. Gambaran sekilas industri minyak kelapa sawit. Sekertariat Jenderal Depperin, Jakarta.
Pirngadi, K., dan Abdulrachman, S. 2005. Pengaruh pupuk majemuk NPK (15-15-15) terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah. Jurnal Agrivigor, 4(3),188-197.
Pirngadi, S, dan S. Abdulrachman. 2005. Pengaruh pupuk majemuk NPK (15- 15-15) terhadap pertumbuhan dan hasil padi sawah. Jurnal Agrivigor 4: 188-197.
Risza. 1994. Kelapa Sawit, usaha peningkatan produktivitas. Kanisius, Yogyakarta.
Risza. 1994. Kelapa Sawit, usaha peningkatan produktivitas. Kanisius, Yogyakarta.
Sari, V. I. 2015. Peran pupuk organik dalam meningkatkan efektivitas pupuk NPK pada bibit kelapa sawit di pembibitan utama. Jurnal Agronomi Indonesia (Indonesian Journal of Agronomy), 43(2), 153-160.
Sasongko, E. 2010. Studi kesesuaian lahan potensial untuk tanaman kelapa sawit di Kabupaten blitar. Mapeta, 12(2).
Sastrosayono, I. S. 2003. Budi daya kelapa sawit. Agro Media.
Setyamidjaja, D. 2006. Kelapa Sawit: Teknik Budidaya, Panen dan Pengolahan. Kanisius. Yogyakarta, 127.
Sihotang, R.,H, Dwi, Z, Ahmad M,.S. 2016. Pengaruh Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Kacang Hijau Pada Tanah Aluvial. Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura Pontianak.
Sinulingga,E.S.R., G.Jonata., T.Sabrina. 2015. Pengaruh Pemberian Pupuk Hayati Cair dan Pupuk NPK Terhada Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit di Pre Nursery. Jurnal Online Agroekoteknologi Vol.3,No.3.1219-1225.
Steel, R.G.D dan Torrie. 1994. Prinsip Dan Prosedur Statistika. Penterjemah Bambang Sumantri. Gramedia Pustaka, Jakarta.
Sukamto, ITN. 2008. 58 Kiat Meningkatkan Produktivitas dan Mutu Kelapa Sawit. Jakarta (ID): Penebar Swadaya.
Sukris tiyonubowo, S., dan Husen, E. 2015. Soil Properties under Organic versus Conventional Vegetable Farming Systems in Bogor District.
Sutedjo, M.M., 2008. Pupuk dan CaraPemupukan. Rineka Cipta. Jakarta.
Syafrina, S. 2009. Respon Pertumbuhan dan Produksi Kacang Hijau (Phaseolus radiates L) pada Media Sub Soil terhadap Pemberian Beberapa Jenis Bahan Organik dan Pupuk Organik Cair. Skripsi. Fakultas Pertanian. Universitas Sumatera Utara.
Untung, R., dan Islan, I. Pemberian Pupuk Npkmg (15-15-6-4) Dan Interval Waktu Pemberian Pupuk Pelengkap Cair Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Sawit (Elaeis Guineensis Jacq.) Di Pembibitan Utama (Doctoral dissertation, Riau University).
Winarso, S., 2005. Kesuburan Tanah Dasar Kesehatan dan Kualitas Tanah. Gava Media. Yogyakarta.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Arpani, Setiono

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
Hak cipta :
Penulis yang mempublikasikan manuskripnya di jurnal ini menyetujui ketentuan berikut:
- Hak cipta pada setiap artikel adalah milik penulis.
- Penulis mengakui bahwa Jurnal Greenation Pertanian dan Perkebunan (JGPP) berhak menjadi yang pertama menerbitkan dengan lisensi Creative Commons Attribution 4.0 International (Attribution 4.0 International CC BY 4.0) .
- Penulis dapat mengirimkan artikel secara terpisah, mengatur distribusi non-eksklusif manuskrip yang telah diterbitkan dalam jurnal ini ke versi lain (misalnya, dikirim ke repositori institusi penulis, publikasi ke dalam buku, dll.), dengan mengakui bahwa manuskrip telah diterbitkan pertama kali diJGPP.




















