Identifikasi dan Karakterisasi Morfologi Tanaman Kopi (Coffea Sp.) Beserta Kekerabatannya di Kawasan Gunung Manglayang Timur Petak 9b Kab. Sumedang Jawa Barat

Authors

  • R. Budiasih Budiasih Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti , Indonesia
  • Asep Samsul Mustopa Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti, Indonesia
  • Anisah Julianti Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.38035/jgpp.v2i3.184

Keywords:

Identifikasi, karakter morfologi, kekerabatan, tanaman kopi, Petak 9B Gunung Manglayang Timur

Abstract

Indonesia memiliki tiga jenis spesies kopi yang biasa dikonsumsi yaitu robusta, arabika dan liberika. Tanaman kopi memiliki banyak varietas, namun informasi mengenai berbagai varietas ini belum banyak tersedia. Ketersediaan informasi mengenai keragaman genetik suatu jenis tanaman sangatlah penting. Karena, informasi tersebut dapat dijadikan dasar bagi para pemulia tanaman untuk melakukan seleksi tetua dalam merakit varietas unggul baru. Penelitian ini dilakukan di Kawasan Gunung Manglayang Timur Petak 9B Kab. Sumedang, Jawa Barat. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Juli 2023. Penelitian ini merupakan penelitian eksplorasi yang menggunakan metode survei descriptive explorative dan akan menghasilkan data deskriptif yang membuat deskripsi, gambaran atau lukisan mengenai fakta- fakta, sifat-sifat serta hubungan antar fenomena yang diselidiki. Teknik pengolahan data yang digunakan adalah analisis variabilitas yang bertujuan untuk mengetahui tingkat keragaman morfologi pada aksesi yang ditemukan dan analisis kluster melalui aplikasi SPSS untuk mengetahui kedekatan kekerabatan pada setiap aksesi yang ditemukan, serta analisis dominasi untuk mengetahui dominasi tanaman yang tumbuh di lokasi penelitian. Hasil penelitian menunjukan ditemukan 10 aksesi yang terdiri dari dua spesies kopi yaitu Coffea arabica terdiri dari varietas kartika 1, Kartika 2, Typica, Java Preanger, Geisha, Tim-Tim (Gayo 1), Sigararuntang, USDA 762 dan Ateng. Coffea liberica hanya ditemukan satu aksesi saja yaitu varietas Liberoid Meranti 2. Setiap aksesi yang ditemukan memiliki karakter morfologi yang beragam namun mayoritas memiliki karakter morfologi sempit karena memiliki nilai S2 < 2SD yang berarti setiap aksesi memiliki kesamaan karakter berdasarkan ciri morfologinya. Hasil analisis kluster melalui aplikasi SPSS menunjukan 10 aksesi terbagi menjadi 3 kelompok, tingkat kekerabatan terdekat ditempati oleh Typica dan USDA 762 dengan nilai koefisien paling rendah yaitu 4.510, artinya aksesi ini memiliki tingkat kemiripan paling tinggi. Hasil analisis dominasi tanaman kopi didapatkan tanaman yang mendominasi adalah kopi arabika varietas Java Preanger dengan persentase 65.9%.

References

Abduh, Y. (2018). Biorefinery Kopi. Pusat Penelitian Biosains dan Bioteknologi- PPBB, ITB.

Abdussamad, Z. (2021). Metode Penelitian Kualitatif (P. Rappana (ed.); 1st ed.). https://www.ptonline.com/articles/how-to- get-better-mfi-results

AEKI. (2022). Kopi Spesialti. https://www.aeki- aice.org/kopi-spesial

Aklimawati, L., Yusianto, & Mawardi, S. (2014). Karakteristik Mutu dan Agribisnis Kopi Robusta di Lereng Gunung Tambora , Sumbawa. Pelita Perkebunan, 30(2), 159–180.

Anshori, M. F. (2014). Analisis Keragaman Morfologi Koleksi Tanaman Kopi Arabika dan Robusta Balai Penelitian Tanaman Industri dan Penyegar Sukabumi.

Aulia, A. (2017). Identifikasi dan Karakterisasi Morfologi Kopi Arabika (Coffea arabica L.) di Kabupaten Solok.

BPS. (2021). Kabupaten Sumedang Dalam Angka.

BPS. (2022). Ekspor Kopi Menurut Negara Tujuan Utama 2000-2021. BPS. (2022). Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2020-2022.

Choo, E. (2016). Belajar Roasting Kopi?: Rahasia Candu Penikmat Kopi Secara Konsisten Melalui Teknik Roasting Kelas Dunia.

Ditjenbun.(2021). Statistik Perkebunan Unggulan Nasional 2019-2021. In Direktorat Jendral Perkebunan Kementerian Pertanian Republik Indonesia.https://ditjenbun.pertanian.go.id/ template/uploads/2021/04/BUKU- STATISTIK-PERKEBUNAN-2019-2021-OK.pdf

Ginanjar, Y., Apiatno, & Amanda, H. (2020). Kinerja Rantai Pasokan Kopi Arabika Java Preanger di Kabupaten Sumedang Jawa Barat. 9, No. 11,. https://doi.org/https://doi.org/10.24843/EJ MUNUD.2020.v09.i11.p05

Gussur.(2020). Semerbak Bunga Kopi di Mandailing. https://gussur.com/2020/05/14/semerbak- bunga-kopi-di-mandailing/

Hakim, L. (2021). Agroforestri Kopi Mendorong Taman Hayati dan Wisata Kopi.

Hamdani, D., & Sontani, A. (2018). Coffee (U. Prasetyo (ed.); Cetakan Pe). PT Agromedia Pustaka.

Hanukly, P. (2022). Eksplorasi dan Karakterisasi Padi Lokal di Kecamatan Buah Dua Kabupaten Sumedang.

Hasbullah, U. H. A., Nirwanto, Y., Sutrisno, E., Lismaini, Simarmata, M. M., Rokhmah, L. N., Nurhayati, Herawati, J., Setiawan, R. B., Xyzquolyna, D., Ferdiansyah, M. khoiron, Anggraeni, N., & Dalimunthe, B.A. (2021). Kopi Indonesia. Yayasan Kita Menulis.

Herlianti, P. (2015). Secangkir Kopi Jawa dari Tangan Petani Ke Dunia. Penebar Plus.

Hidayat, S., Puspitaningtyas, D. M., Hartini, S., Munawaroh, E., Astuti, I. P., & Wawangningrum, H. (2017). Eksplorasi Flora 25 Tahun Menjelajah Nusantara. LIPI Press, anggota Ikapi.

Hulupi, R. (2017). Panduan Determinasi Varietas dan Klon Kopi Indonesia berdasarkan Sifat Morfologi. Pusat Penelitian Kopi dan Kakao Indonesia. IPGRI. (1996). Descriptors for Coffea Sp. IPNI. (2023). Coffea Sp. https://www.ipni.org/

Jabar, O. (2022). Menilik Potensi Kopi Jawa Barat Menuju Pasar Global. https://opendata.jabarprov.go.id/id/infograf ik/menilik-potensi-kopi-jawa-barat- menuju-pasar-global

Kompas.com. (2019). Jalan Cerita Kopi Ciwidey Mendunia. https://jeo.kompas.com/amp/jalan-cerita- kopi-ciwidey-mendunia

Kompas.com. (2022). 24 Gunung di Jawa Barat, Lngkap dengan Lokasi dan Ketinggian.https://regional.kompas.com/re ad/2022/05/255/190740278/24-gunung-di- jawa-barat-lengkap-dengan-lokasi-dan- ketinggian?page=4

Kopiku.(2016).Mengenal Tanaman Kopi Arabika.https://www.google.com/url?sa=i &url=http%3A%2F%2Fwww.mcarabica.co.id%2F2016%2F12%2Fmengenaltanaman-kopiarabika.html&psig=AOvVaw3JK5oRwYg 1tmIUSwWwiph_&ust=167559963214000 0&source=images&cd=vfe&ved=0CBAQjRxqFwoTCNCfpZzt _wCFQAAAAAdAAAAABAE

Laksana, A. (2017). Ensiklopedia Sumber Daya Alam Indonesia (Cahyo (ed.)). Khazanah Pedia.

Najiyati, S., & Danarti. (2001). Kopi Budidaya dan Penanganan Lepas Panen (XII). PT Penerbit Swadaya.

Ngatiman, Supriyadi, & Isnaini. (2018). Karakterisasi Morfologi Malai Plasma Nutfah Padi Lokal Asal Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Nurawan, A. (2022). Teknologi Perbenihan dan Budidaya Kopi Arabika.

Nurhaya, P., & Rangga, K. (2021). Karakterisasi Morfologi Padi Lokal Merauke Siyem. Jurnal Sains Dan Teknologi Pertanian, 1 No.1 (20.

Panggabean, E. (2011). Buku Pintar Kopi. PT Agromedia Pustaka. Perhutani. (2022). Agroforestri. Kopi. https://www.perhutani.co.id/product/kopi/

Pertanian, K. (2014). Pedoman teknis budidaya kopi yang baik (good agriculture practices /gap on coffee). 49/Permentan/OT.140/4/2014, 72.

Lokasi Pengembangan Kawasan Pertanian Nasional, (2016).

Rahardjo, P. (2012). Kopi (T. Q.D. (ed.); 1st ed.). Penebar Swadaya.

Rahardjo, P. (2021). Panduan Berkebun Kopi. Penebar Swadaya.

Rahayu, S. E., & Handayani, S. (2008). Keanekaragaman Morfologi dan Morfologi Padanus (Pandanuceae) di Jawa Barat. VIS VITALIS, 01 no.2 (2.

Randriani, E., & Dani. (2018). Pengenalan Varietas Unggul Kopi. In 2018 (2nd ed., Vol. 4, Issue 1).

Rizwan, M. (2021). Budidaya Kopi. CV. Azka Pustaka.

Sari, R. P. (2017). Eksplorasi dan Identifikasi Tanaman Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) di Kabupaten Kerinci.

Sianipar, H. (2017). Keragaman Genetik Populasi Kopi Liberika di Kecamatan Betara Berdasarkan Karakter Buah dan Biji.

Statistik, B. P. (2022). Geografis. https://jatim.bps.go.id/subject/153/geografi .html.

Sugiarti, L. (2019). Identifikasi Hama Dan Penyakit Pada Tanaman Kopi Di Kebun Percobaan Fakultas Pertanian Universitas Winaya Mukti. Agro Wiralodra, 2(1), 16– 22.https://doi.org/10.31943/agrowiralodra. v2i1.27

Sulaeman. (2021). Eksplorasi dan Inventarisasi Anggrek Terestrial di Kawasan Gunung Jambu Jalur Pendakian Arah ke Subang Kecamatan Tanjungsari Kabupaten Sumedang Jawa Barat.

Sumarno, & Zuraida, N. (2008). Pengelolaan Plasma Nutfah Tanaman Terintegrasi dengan Program Pemuliaan. Buletin Plasma Nutfah, 14 No.2 (2.

Syakir, M., & Surmaini, E. (2017). Perubahan Iklim dalam Konteks Sistem Produksi dan Pengembangan Kopi di Indonesia. Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Pertanian, 36(2),77.https://doi.org/10.21082/jp3.v36n 2.2017.p77-90

Ubaidillah, M., & Siswoyo, T. A. (2017). Buku Deskripsi Plasma Nutfah Padi Indonesia. CV Budi Utama.

World,Coffe.Research.(2023).VarietiesCoffe Arabica.https://varieties.worldcofferesearc h.org/arabica

Yuliana, E. (2021). Identifikasi Tumbuhan Paku Sejati Terestrial di Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman Youth Camp Kabupaten Pesawaran Lampung.

Zainal, A. (2022). Identifikasi Karakterisasi Jengkol (Pthecollobium jiringa) di Sumatera Barat. CV. Media Sains Indonesia.

Published

2025-03-06

How to Cite

Budiasih, R. B., Samsul Mustopa, A., & Julianti, A. (2025). Identifikasi dan Karakterisasi Morfologi Tanaman Kopi (Coffea Sp.) Beserta Kekerabatannya di Kawasan Gunung Manglayang Timur Petak 9b Kab. Sumedang Jawa Barat. Jurnal Greenation Pertanian Dan Perkebunan , 2(3), 55–71. https://doi.org/10.38035/jgpp.v2i3.184